Kamis, 01 November 2012

izinkan aku mencintai mu semampu ku


Tuhanku,Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMuLembar demi lembar kitab ku pelajari Untai demi untai kata para ustadz kuresapi Tentang cinta para nabiTentang kasih para sahabat Tentang mahabbah para sufiTentang kerinduan para syuhada.

Lalu kutanam di jiwa dalam-dalamKutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan.


Tapi Rabbii,Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlaluAku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapi...Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMuAllahu Rahiim, Ilaahi Rabii.

Perkenankanlah aku mencintaiMu, Semampuku



Allahu Rahmaan, Ilaahi RabiiPerkenankanlah aku mencintaiMu Sebisaku

Dengan segala kelemahanku Ilaahi,

Aku tak sanggup mencintaiMuDengan kesabaran menanggung deritaUmpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al Musthafa

Karena itu izinkan aku mencintaiMuMelalui keluh kesah pengaduanku padaMuAtas derita batin dan jasadkuAtas sakit dan ketakutanku

Rabbii,

Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu Bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya

Atau layaknya Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu.

Izinkan aku mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan.

Pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan


Ilaahi,

aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang shabat NabiMu

hingga tiada terasa anak panah musuh terhujam di kakinya.

Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata

meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia


Ya rabbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib,

yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu.

Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku.

Dalam satu sua sunnah nafilahku.

Dalam desah nafas kepasrahan tidurku....


Yaa, Maha Rahmaan,Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah,

yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam.

Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku.

Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku..


Yaa, RahiimAku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah,

yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu

Seandainya para syuhada,

yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu.


Maka perkenankanlah aku mencintaiMu

dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbananku untuk dakwahMu.


Maka izinkanlah aku mencintaiMu

dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru



Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya,

bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya,,


Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya.

Izinkanlah aku mencintaiMu dengan mencintai kelaurgaku,

dengan mencintai sahabat-sahabatku,

dengan mencintai manusia dan alam semesta

Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku.

ya rabb, peliharalah hamba mu ini dari siksa dan fitnah dajjal. amin



Tidak ada komentar:

Posting Komentar